Sabtu, 13 Oktober 2012

KETENTUAN DAN PERATURAN PERTANDINGAN TENIS
A. KETENTUAN UMUM
I. REGU PESERTA KELOMPOK BEBAS USIA 
  1. Nama-nama pemain yang sudah didaftarkan untuk mewakili suatu Regu tidak boleh diganti dengan alasan apapun
  2. Setiap Anggota Regu harus memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PELTI yang dikeluarkan oleh PP PELTI, Bagi yang tidak memiliki KTA, maka kami menolak keikutsertaanya dalam Pekan Olahraga Tenis Nasional ini.

II. WAKTU DAN TEMPAT PERTANDINGAN.

Pertandingan dilaksanakan tanggal 23 – 31 Oktober 2010 di Lapangan Tenis FIK UNM , Makassar, mulai pukul 17.00 s.d. selesai

III. NOMOR-NOMOR YANG DIPERTANDINGKAN
  1. Regu Putra
  2. Regu Putri
Catatan : Setiap pemain tidak boleh merangkap.
B. KETENTUAN KHUSUS
I. PERATURAN/SISTIM PERTANDINGAN
1. Peraturan pertandingan yang digunakan dalam seluruh kegiatan pertandingan Pekan Olahraga Tenis Nasional  tahun 2010 adalah :
  • Peraturan Turnamen Diakui PELTI (TDP)
  • Rules of Tennis tahun 2010 dari ITF
  • Code of Cunduct tahun 2010 dan ITF
  • Setiap kelompok umur akan dipimpin oleh seorang Referee
  • Setiap pertandingan  akan dipimpin oleh seorang wasit  
2. Peserta diikuti maksimum 16 Regu, dan dibagi menjadi 4 Pool, dan setiap Regu @ minimal 5 pemain

3. Seluruh pertandingan dimainkan dengan “the best of three tie breaker sets” baik Babak Kualifikasi maupun Babak Utama
  • Seluruh pertandingan beregu dimainkan dengan sistim setengah kompetisi
  • Seluruh pertandingan dibagi dalam Pool
  • Satu pool terdiri dari 4 Regu
4. Urutan bermain dalam pertandingan beregu :
  • Partai pertama Ganda ke 1
  • Pertai kedua Tunggal
  • Partai ketiga Ganda ke 2
Catatan :  
  • Urutan ranking bebas
  • Susunan pemain yang sudah masuk tidak boleh diganti selama melawan regu yang sama.
Penentuan urutan ranking dalam POOL pada pertandingan beregu :
  1. Setiap regu yang memenangkan pertandingan mendapat angka 1 (satu).
  2. Regu yang mendapat angka kemenangan terbanyak dari seluruh pertandingan akan ditetapkan sebagai Juara / peringkat ke-1
  3. Bila terdapat 3 (tiga) atau lebih peserta yang sama nilai kemenangannya maka;
  • Bila terdapat kesamaan dalam hal ini maka peserta yang memiliki % kemenangan set terbaik ditetapkan sebagai juara
  • Jika % kemenangan set masih sama maka peserta yang memiliki % game kemenangan terbaik akan dinyatakan sebagai juara/pemenang
Catatan :
Jika suatu pertandingan terhenti yang diakibatkan karena pemainnya cedera dan lain sebagainya, maka pertandingan dianggap selesai secara keseluruhan .  Perolehan skor pemain yang menang akan dicatat secata maksimal, dan perolehan skor pemain yang kalah akan dicatat sebagai mana permainan    terhenti, Misalnya : 6-4, 2-1, ret., maka akan menjadi 6-4, 6-1, ret.  Jika pemain yang mengalami cedera adalah pemain yang unggul pada set (1) pertama, maka skor akan dicatat 4-6, 6-2, 6-0.
6. Bola yang akan digunakan dalam pertandingan  akan ditetapkan kemudian

7. Technical meeting dan sekaligus pengundian untuk penentuan POOL akan dilaksanakan pada 22 Oktober  2010 dilapangan tenis FIK UNM.

8. Regu daerah yang pemainnya tidak memiliki PNP akan diundi dulu penempatan urutannya sebelum diundi untuk masuk kedalam POOL

9. Penentuan unggulan (seeding) ditetapkan berdasarkan Peringkat Nasional PELTI (PNP) terakhir yang diterbitkan oleh PP PELTI

10. Pengundian POOL dilakukan masing-masing untuk Putera dan Puteri

11. 15 (lima belas) menit sebelum pertandingan dimulai, kapten regu harus menyerahkan nama-nama pemain Ganda ke-1 dan Tunggal serta Ganda  ke-2 kepada Referee

12. Pertandingan akan dipimpin oleh seorang wasit

13. Pergantian bola untuk pertandingan  dilakukan pada set ke-3  (rubber sets)

14. Kapten regu
  • Kapten regu adalah seorang yang ditunjuk secara resmi (tertulis) oleh daerah yang diwakilinya.
  • Kapten regu hanya boleh mendampingi pemainnya di lapangan pada saat pertandingan beregu.
  • Dalam pertandingan beregu, hanya kapten regu yang boleh berbicara dengan wasit mengenai fakta di lapangan dan berbicara dengan Refere mengenai peraturan permainan.
  • Kapten regu yang mendampingi pemain di dalam lapangan harus berpakaian rapi dan sopan, tidak dibenarkan memakai sandal dan merokok.
  • Jika kapten regu tidak dapat secara penuh mendampingi pemainnya di dalam lapangan, dia hanya bisa di ganti oleh salah seorang pemain yang terdaftar dalam regu tersebut.
  • Kapten regu tidak dibenarkan memberikan petunjuk kepada pemain-nya pada saat pertandingan sedang berlangsung.
  • Pelanggaran/kesalahan yang dilakukan oleh kapten regu akan dikenakan sangsi kepada yang bersangkutan dengan urutan hukuman sebagai berikut :

    1. Peringantan pertama.
    2. Peringatan kedua
    3. Tidak diperkenankan berada didalam lapangan.
20. Jadwal pertandingan
Pertandingan dilaksanakan setelah jadwal pertandingan PON Tenis selesai
  • Hari I  1 vs 4 (23/10-2010) Beregu 2 vs 3
  • Hari II 2 vs 4 (24/10/2010) 1 vs 3
  • Hari III 1 vs 2 (25/10/2010) 3 vs 4
  • Hari IV (26/10/2010) Babak Semifinal
  • Hari V (27/10/2010) Babak Final   

21  Pemain yang kalah WO dianggap kalah dengan 0-6, 0-6.
      
22..Regu yang kalah WO dianggap kalah dengan angka 0-3.
        
23..Pemain yang tidak dapat melanjutkan pertandingan pada pertandingan beregu  dianggap kalah dengan menggenapkan game dan set pada angka penuh untuk kemenangan lawannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar