Jumat, 24 Agustus 2012

PPF


1.    Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan
Jawab :
a.    Pertumbuhan adalah penambahan dalam ukuran bentuk, berat atau ukuran dimensif tubuh serta bagian – bagiannya. Pertumbuhan dapat  diukur . perkembangan adalah perubhan dalam bentuk atau bagian tubuh dan integrasi berbagai bagiannya kedlam satu kesatuan fungsional. Ketika pertumbuhan berlangsung. Perkembngan dapat diamati gejala gejalaya, yaitu perubahan perubahan dan adanya integrasi. Prasarat perkembangan adalah adanya pertumbuhan.
b.    Pertumbuhan lebih berkenaan dengan aspek fisik, perkembngan lebih bersangkutan dengan aspek psikis, pertumbuhan dan perkembangan dicakup dalam satu kata yaitu kematangan. Alasannya, maanusia disebut matang jika fisik dan psikisnya telah mengalami pertumbuhan dan perkembngan sampai tingkat tingka tertentu. Contoh ; seseorang remaja dapat berkencang (tanpa diajar) jika organ prgan seks telah tumbuh.sikap, perasaan dan fikiran meraka telah berkembang atau telah ada keterkaitan terhadap lawan jenis. Remaja akan berkencang jika telah matang untuk itu.
c.    Pertumbuhan adala suatu surat umum dan seluruh oerganisme, seluruh personalitas atau kepribadian. Perkembngan merupakan kelanjutan dari pertumbuhan menunjuk pada perluasan fungsi fingsi secara terperinci.
d.    Pertumbuhan menyangkut adanya dan bertambahnya suatu aspek tertentu. Ada dan pertambahan tersebut bersifat sederhana. Perkembngan berkenaan dengan dengan kompeksitas dan pertambahan tersebut. Keduanya berkenaan dengan aspek aspek fisik dan psikis
e.    Pertumbuhan terbatas pada perubahan perubahan structural dan fisiologis. Perkembangan bersangkutan erat dengan dengan pertumbuhan maupun potensi potensi (kemampuan kemampuan bawaan) dan tingkah laku ang sensitive terhadap rangsang rangsang lingkungan. Menurut crow and crow pengertian pertumbuhan dan perkembangan bertumpang tindih satu sama lain dalam proses kerjanya.
f.      Perkembangan adalah serangkaian perubahan progresiif yang terjadi sebagai akibat dan proses kematangan dan pengalaman. Van Den Daele dalam Hurlock mengungkapkan bahwa perkembngan berarti   perubahan kualitatif. Ini berarti bahwa perkembangan bukan sekedar penambahan beberapa sentimeter pada tinggi badan seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang, melainkan suatu proses integrasi dan banyak struktur dan fungsi yang kompleks.

2.    Masa pertumbuhan anak
1.    Tahap sensorimotor
Menurut Piaget, bayi lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasi dunianya. Skema awalnya dibentuk melalui diferensiasi refleks bawaan tersebut.Periode sensorimotor adalah periode pertama dari empat periode. Piaget berpendapat bahwa tahapan ini menandai perkembangan kemampuan dan pemahaman spatial penting dalam enam sub-tahapan:
2.   Sub-tahapan skema refleks, muncul saat lahir sampai usia enam minggu dan berhubungan terutama dengan refleks.
3.    Sub-tahapan fase reaksi sirkular primer, dari usia enam minggu sampai empat bulan dan berhubungan terutama dengan munculnya kebiasaan-kebiasaan.
4.    Sub-tahapan fase reaksi sirkular sekunder, muncul antara usia empat sampai sembilan bulan dan berhubungan terutama dengan koordinasi antara penglihatan dan pemaknaan.
5.    Sub-tahapan koordinasi reaksi sirkular sekunder, muncul dari usia sembilan sampai duabelas bulan, saat berkembangnya kemampuan untuk melihat objek sebagai sesuatu yang permanen walau kelihatannya berbeda kalau dilihat dari sudut berbeda (permanensi objek).
6.    Sub-tahapan fase reaksi sirkular tersier, muncul dalam usia dua belas sampai delapan belas bulan dan berhubungan terutama dengan penemuan cara-cara baru untuk mencapai tujuan.
7.    Sub-tahapan awal representasi simbolik, berhubungan terutama dengan tahapan awal kreativitas.



3.    Tahapan praoperasional
Tahapan ini merupakan tahapan kedua dari empat tahapan. Dengan mengamati urutan permainan, Piaget bisa menunjukkan bahwa setelah akhir usia dua tahun jenis yang secara kualitatif baru dari fungsi psikologis muncul. Pemikiran (Pra)Operasi dalam teori Piaget adalah prosedur melakukan tindakan secara mental terhadap objek-objek. Ciri dari tahapan ini adalah operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai. Dalam tahapan ini, anak belajar menggunakan dan merepresentasikan objek dengan gambaran dan kata-kata. Pemikirannya masih bersifat egosentris: anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Anak dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri, seperti mengumpulkan semua benda merah walau bentuknya berbeda-beda atau mengumpulkan semua benda bulat walau warnanya berbeda-beda.
Menurut Piaget, tahapan pra-operasional mengikuti tahapan sensorimotor dan muncul antara usia dua sampai enam tahun. Dalam tahapan ini, anak mengembangkan keterampilan berbahasanya. Mereka mulai merepresentasikan benda-benda dengan kata-kata dan gambar. Bagaimanapun, mereka masih menggunakan penalaran intuitif bukan logis. Di permulaan tahapan ini, mereka cenderung egosentris, yaitu, mereka tidak dapat memahami tempatnya di dunia dan bagaimana hal tersebut berhubungan satu sama lain. Mereka kesulitan memahami bagaimana perasaan dari orang di sekitarnya. Tetapi seiring pendewasaan, kemampuan untuk memahami perspektif orang lain semakin baik. Anak memiliki pikiran yang sangat imajinatif di saat ini dan menganggap setiap benda yang tidak hidup pun memiliki perasaan.

4.    Tahapan operasional konkrit
Tahapan ini adalah tahapan ketiga dari empat tahapan. Muncul antara usia enam sampai duabelas tahun dan mempunyai ciri berupa penggunaan logika yang memadai. Proses-proses penting selama tahapan ini adalah:
Pengurutan—kemampuan untuk mengurutan objek menurut ukuran, bentuk, atau ciri lainnya. Contohnya, bila diberi benda berbeda ukuran, mereka dapat mengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil.
Klasifikasi—kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lain, termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme (anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan)
Decentering—anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya. Sebagai contoh anak tidak akan lagi menganggap cangkir lebar tapi pendek lebih sedikit isinya dibanding cangkir kecil yang tinggi.
Reversibility—anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah, kemudian kembali ke keadaan awal. Untuk itu, anak dapat dengan cepat menentukan bahwa 4+4 sama dengan 8, 8-4 akan sama dengan 4, jumlah sebelumnya.
Konservasi—memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut. Sebagai contoh, bila anak diberi cangkir yang seukuran dan isinya sama banyak, mereka akan tahu bila air dituangkan ke gelas lain yang ukurannya berbeda, air di gelas itu akan tetap sama banyak dengan isi cangkir lain.
Penghilangan sifat Egosentrisme—kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah). Sebagai contoh, tunjukkan komik yang memperlihatkan Siti menyimpan boneka di dalam kotak, lalu meninggalkan ruangan, kemudian Ujang memindahkan boneka itu ke dalam laci, setelah itu baru Siti kembali ke ruangan. Anak dalam tahap operasi konkrit akan mengatakan bahwa Siti akan tetap menganggap boneka itu ada di dalam kotak walau anak itu tahu bahwa boneka itu sudah dipindahkan ke dalam laci oleh Ujang.
5.    Tahapan operasional formal
Tahap operasional formal adalah periode terakhir perkembangan kognitif dalam teori Piaget. Tahap ini mulai dialami anak dalam usia sebelas tahun (saat pubertas) dan terus berlanjut sampai dewasa. Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Dalam tahapan ini, seseorang dapat memahami hal-hal seperti cinta, bukti logis, dan nilai. Ia tidak melihat segala sesuatu hanya dalam bentuk hitam dan putih, namun ada "gradasi abu-abu" di antaranya. Dilihat dari faktor biologis, tahapan ini muncul saat pubertas (saat terjadi berbagai perubahan besar lainnya), menandai masuknya ke dunia dewasa secara fisiologis, kognitif, penalaran moral, perkembangan psikoseksual, dan perkembangan sosial. Beberapa orang tidak sepenuhnya mencapai perkembangan sampai tahap ini, sehingga ia tidak mempunyai keterampilan berpikir sebagai seorang dewasa dan tetap menggunakan penalaran dari tahap operasional konkrit.
   3. Proses perkembangan
a. Individu
Seorang individu dalam hidupnya selalu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan berinteraksi tersebut, seseorang akan memperoleh skema. Skema berupa kategori pengetahuan yang membantu dalam menginterpretasi dan memahami dunia. Skema juga menggambarkan tindakan baik secara mental maupun fisik yang terlibat dalam memahami atau mengetahui sesuatu. Sehingga dalam pandangan Piaget, skema mencakup baik kategori pengetahuan maupun proses perolehan pengetahuan tersebut. Seiring dengan pengalamannya mengeksplorasi lingkungan, informasi yang baru didapatnya digunakan untuk memodifikasi, menambah, atau mengganti skema yang sebelumnya ada. Sebagai contoh, seorang anak mungkin memiliki skema tentang sejenis binatang, misalnya dengan burung. Bila pengalaman awal anak berkaitan dengan burung kenari, anak kemungkinan beranggapan bahwa semua burung adalah kecil, berwarna kuning, dan mencicit. Suatu saat, mungkin anak melihat seekor burung unta. Anak akan perlu memodifikasi skema yang ia miliki sebelumnya tentang burung untuk memasukkan jenis burung yang baru ini.
            b. Bimbingan karir
 membantu siswa dalampemahaman dirinya dan lingkungannya, dalam pengambilan keputusan,perencanaan, dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju kepada karier dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi, dan seimbang dengan dirinya dan lingkungannya.
Tujuan khusus dari diselenggarakannya bimbingan karier adalah:
1. Meningkatkan pemahaman diri siswa.
2. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dunia kerja.  
3. Membina sikap yang serasi terhadap partisipasi dalam dunia kerja dan usaha dalam mempersiapkan diri dari suatu jabatan. 
4. Meningkatkan kemahiran berpikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan dan melaksanakan keputusan itu. 
5. Mengembangkan nilai-nilai sehubungan dengan gaya hidup yang dicita-citakan, termasuk jabatan. 
6. Menopang kemampuan berkomusikasi dan bekerja sama
c. Kebutuhan keluarga
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak balita  merupakan hal yang sangat penting untuk dipenuhi. Telah tersedia secara berlimpah berbagai kajian dan pembahasan mengenai hal tersebut, dan kajian yang menempatkan bahwa keluarga merupakan institusi pertama dan utama yang mengemban tugas pemenuhan pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar waktu anak balita dihabiskan bersama keluarga.  Oleh karena itu, maka penting untuk meningkatkan ketahanan keluarga khususnya dalam peran mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak balita
d. Sosial masyarakat
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak balita  merupakan hal yang sangat penting untuk dipenuhi. Telah tersedia secara berlimpah berbagai kajian dan pembahasan mengenai hal tersebut, dan kajian yang menempatkan bahwa keluarga merupakan institusi pertama dan utama yang mengemban tugas pemenuhan pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar waktu anak balita dihabiskan bersama keluarga.  Oleh karena itu, maka penting untuk meningkatkan ketahanan keluarga khususnya dalam peran mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak balita

                       



Tidak ada komentar:

Posting Komentar