Sabtu, 13 Oktober 2012

psikologi ilmu faal



A.         Penjelasan mengenai psikologi merupakan bagian dari ilmu faal
       Psikologi sebagai bagian dari ilmu faal muncul pada abad 19 (Pasca Renaissance) seiring dengan kemajuan ilmu alam ( natural science ). Pada fase ini, pemikiran tentang manusia terus berkembang dan banyak dilakukan eksplorasi fisiologis manusia secara empiris. Riset empiric yang banyak dilakukan pada bidang fisiologis mencakup : aktivitas syaraf, sensasi / pendengaran, dan fisiologis otak. Hasil riset pada ketiga bidang ini sangat signifikan membuka wawasan mengenai manusia sehingga memperkuat pandangan para ilmuwan saat itu akan pentingnya strategi empiris yang sistematis dalam setiap bidang keilmuan. Bagi psikologi, hasil-hasil ini member jalan untuk membangun dasar fisiologis bagi operasi mental dan menjelaskan posisi ilmu psikologi modern yang dekat dengan bidang kedokteran dan psikiatri.
            Hal ini ditunjang dengan penelitian beberapa tokoh sebagai berikut :
·    Francis Bacon. Dalam penelitiannya, terdapat 3 pergerakan utama di bidang science yang mempengaruhi berdirinya psikologi sebagai ilmu mandiri di abad 20 yakni fisiologis, psikofisiologis, dan evolusi. 
                
                                  Dalam bidang fisiologis, terdapat para tokoh penting seperti:
  1.  Charles Bell-Francoise Magendie yang menemukan fakta bahwa syaraf sensorik dan motorik beroperasi secara terpisah dan searah.
  2. Johannes Mueller , yang menyatakan bahwa transmisi syaraf ialah proses yang menjembatani antara sensed object dengan mind. Maka awareness manusia diperantarai oleh transmisi syaraf. Hal ini melengkapi penjelasan tentang peran mind dan consciousness sebagai dasar penelitian lokasi spesifik dan fungi tertentu di otak.
  3. Marshell Hall, menmukan bahwa reflex dikomandoi oleh syaraf tulang belakang dan bukan syaraf batang otak.
  4. Paul Broca ( 1824-1880 ), menemukan pusat broca yang mengendalikan aktivitas bicara.
  5. Pierre Flourens (1794-1867), mencoba pendekatan dengan bukti non pathological dan menemukan pusat penting dari otak seperti Cerebral hemisphere, Cerebellum, Medula oblongata,Corpora quadrigemina, Spinal cord, dan Nerves.
·                Dalam bidang Psikofisiologis, utamanya Psychophysic memfokuskan pada subjective experience dalam mempelajari hubungan antar stimulus fisik dan sensasinya.
               
  1.     Gustav Theodor Fachner, menganggap bahwa psikofisik sebagai sebuah ilmu eksak untuk menjelaskan hubungan antara body dan mind
  2.    Hermann von Helmholtz (1821-1894) sebagai pelopor psikologi eksperimen, banyak menggunakan waktu reaksi dalam penelitiannya. Di mana konsepnya ialah unconscious inference, yakni penyimpulan hasil persepsi manusia yang diperoleh berdasarkan proses yang berulang sehingga akhirnya menjadi sesuatu yang tidak disadari, sekali terbentuk sulit secara sadar untuk dimodifikasi dan digeneralisasi kepada stimulus yang mirip di lingkungan.
  3.     Para tokoh psikofisik menunjukkan area studi yang tidak dengan mudah diakomodasi dalam ilmu fisika, fisiologis, atau filosofi. Area studi inilah yang berkembang menjadi objek studi psikologi.
B. Kasus à Mahasiswa perempuan, 23 tahun ketika mau menghadapi ujian mengalami : nyeri perut, mual, pusing, dan ingin buang air besar dan kecil. Dalam saat tertentu, merasa berdebar-debar dan sering mengambil napas dalam serta keluar keringat dingin.
         Ketika mahasiswa tersebut akan mengalami ujian, maka otaknya akan menghantarkan rangsangan elektris pada nucleus amygdale, yang merupakan bagian dari system Limbic, yang kemudian menimbulkan rasa cemas, takut, dan gelisah. Sehingga keadaan emosinya dalam keadaan tidak stabil, seperti ilustrasi kasus di atas.
      Dalam hal ini, sistem Limbic mempunyai hubungan anatomis dan fisiologis dengan hyphotalamus dalam menjalankan fungsinya sebagai pengendali emosi dan perilaku. Ditambah lagi, mahasiswa tersebut sering mngalami pusing, mual, dan nafsu makan menurun ( makan tidak teratur ) sebab baru saja diputuskan oleh pacarnya. Pada kasus seperti ini, mahasiswa tersebut mengalami kerusakan pada daerah Limbic ( adanya gangguan sistem otonomik ) sehingga akan berakibat gangguan pada pencernaan dan tekanan darahnya. Lalu, sekarang menstruasi mahasiswa tersebut tidak teratur dan sering mengalami keputihan. Lalu, sekarang menstruasi mahasiswa tersebut tidak teratur dan sering mengalami keputihan.  Hal ini disebabkan karena mahasiswa tersebut menerima tekanan yang begitu besar ( depresi ) sehingga sistem kerja hyphotalamus juga mengalami gangguan. Akibatnya kerja hormon estrogen dan progesteron mahasiswa itu tidak stabil ( naik turun ).

Ilmu faal

Ilmu Faal (Fisiologi) Olahraga

Posted on Apr 21, 2008 under Silabus S2 | Identitas Mata Kuliah
Nama matakuliah : Ilmu Faal (Fisiologi) Olahraga
Nomor kode : OR 707
Jumlah sks : 2 sks
Semester : 1
Program studi : Pendidikan Olahraga
Status mata kuliah : Mata kuliah lanjutan dari Program S‑1 FPOK/ FIK
Prasyarat : Telah mengikuti mata kuliah Ilmu Faal (Fisiologi) Olahraga S‑1 FPOK/FIK
Dosen : Prof. Drs. dr. H.Y.S. Santosa Giriwijoyo, Dokter, Ahli Ilmu Faal dan Ilmu Faal Olahraga.

Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib tentang Ilmu Faal Olahraga yang membahas mengenai perubahan fisiologi yang bersifat sementara maupun yang bersifat menetap sebagai hasil pelatihan berbagai kegiatan olahraga; Mekanisme fisiologik untuk meningkatkan batas maksimal kemampuan dasar yaitu kapasitas anaerobik dan kapasitas aerobik; fisiologi pembebanan (beban eksternal dan beban internal); dosis/ volume latihan. Di samping itu juga dibahas olahraga dalam berbagai kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan (adaptasi dan aklimatisasi), fisiologi pembelajaran gerak ketrampilan dan latihan ketrampilan, serta tata urutan pelatihan kemampuan dasar (latihan fisik) dan pelatihan kemampuan ketrampilan (latihan teknik) dalam kaitannya dengan efisiensi pemanfaatan waktu. Setelah menyelesaikan perkuliahan ini, rnahasiswa diharapkan mengetahui perubahan fungsi alat‑alat tubuh manusia yang bersifat sementara maupun yang bersifat menetap, balk saat istirahat maupun saat aktif bekerja atau berolahraga. Di samping itu juga diharapkan memahami teori‑teori dan konsep‑konsep Ilmu Faal Olahraga yang diperlukan untuk dapat menerapkannya secara benar dan balk dalam tugasnya sebagai Ilmuwan Olahraga, Olahragawan, guru PENJASKES atau sebagai pelatih olahraga prestasi. Pendekatan pembelajaran ekspositori dilakukan dalam bentuk ceramah dan tanya‑jawab, dengan menggunakan LCD,OHP, dan video. Juga dilaksanakan pendekatan inkuiri melalui penyelesaian tugas penyusunan dan penyajian makalah, reviu buku dan jurnal, diskusi dan pemecahan masalah. Referensi utama: Giriwijoyo, H.Y.S.S. (2005): Buku Ilmu Faal Olahraga; Vander,A.J., Sherman,J.H. and Luciano,D.S. (1994): Human Physiology, Sixth Ed.‑ International Ed., McGraw‑Hill. ISBN 0‑070113761‑0; Maria Zuluaga et al (1994): Sports Physiotherapy, Applied science & practice; Fox,E.L., Bowers,R.W. and Foss,M.L. (1988): The Physiological Basis of Physical Education and Athletics, W.B.Saunders Co. 4″ Ed.; Robergs.R.A. and Roberts,S.O. (1997): Exercise Physiology, Exercise, Performance and Clinical Applications, Mosby; Karpovich,P.V. and Sinning,W.E. (1971): Physiology of Muscular Activity, Seventh Ed., W.B.Saunders Co., Philadelphia‑ London‑Toronto.
Tujuan
Selesai mengikuti perkuliahan ini rnahasiswa diharapkan mampu mengetahui perubahan fungsi alat‑alat tubuh manusia yang bersifat sementara maupun yang bersifat menetap, baik saat istirahat maupun saat aktif bekerja atau berolahraga. Di samping itu juga diharapkan memahami teori­teori dan konsep‑konsep Ilmu Faal Olahraga yang diperlukan untuk dapat menerapkannya secara benar dan baik dalam tugasnya sebagai Ilmuwan Olahraga, Olahragawan, guru PENJASKES atau sebagai pelatih olahraga prestasi, oleh karena melatih tiada lain ialah meningkatkan kemampuan fungsional raga yang berarti menerapkan Ilmu Faal Olahraga dalam proses pelatihan. Jadi perlu memahami dan menghayati secara mendalam Ilmu Faal Olahraga, agar tidak terjadi kesalahan penerapan dalam membina olahraga kesehatan maupun olahraga prestasi, karena derajat sehat dinamis dan prestasi olahraga akan meningkat secara aman dan efisien setelah melalui masa pelatihan yang FISIOLOGIS.
Deskripsi isi
Membahas Pengertian Ilmu Faal dasar dan Ilmu Faal Olahraga; perubahan fisiologi yang bersifat sementara maupun yang bersifat menetap sebagai hasil pelatihan berbagai kegiatan olahraga; Pengertian Ergosistema; Olahdaya anaerobik dan aerobilk serta tata hubungannya; Latihan Pendahuluan (”Pemanasan”); Analisis penampilan olahraga mutu tinggi; latihan otot dan gangguan pada otot; Fisiologi Pembebanan (beban eksternal dan beban internal); dosis/volume latihan; mekanisme fisiologik untuk meningkatkan kemampuan maksimal dasar yaitu kapasitas anaerobik dan kapasitas aerobik; olahraga dalam berbagai kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan (adaptasi dan aklimatisasi); Pemeliharaan Homeostasis, Pengaturan suhu tubuh, Kekurangan garam dan cairan tubuh; Ketahanan dan kelelahan, Pemulihan dari Kelelahan, Massage, Hydro‑massage; Fisiologi pembelajaran gerak ketrampilan dan latihan ketrampilan; Cara/alasan menata urutan latihan fisik dan latihan teknik dalam kaitannya dengan masalah kelelahan dan efisiensi pemanfaatan waktu. Penerapan Hukum Bio‑fisika sederhana bagi Perbaikan Sistem ventilasi ruangan Olahraga tertutup.
Pendekatan pembelajaran
Ekspositori dan inkuiri
  • Metoda : ceramah, tanya‑jawab, diskusi dan pemecahan masalah
  • Tugas : laporan buku & makalah, penyajian dan diskusi
  • Media : OHP, LCD/ power point
Evaluasi
  • Kehadiran
  • Laporan buku
  • Makalah
  • Penyajian dan diskusi
  • UTS
  • UAS
Rincian materi perkuliahan tiap Pertemuan
Pertemuan 1 : Pengantar Ilmu Faal Olahraga:
  • Struktur Organisasi Biologik
  • Sistematika Anatomik
  • Sistematika Fisiologik
Kesehatan dan Kebugaran Jasmani
  • Sehat dan Kesehatan
  • Pembinaan Kesehatan
  • Bagan Pembinaan Kesehatan
  • Anatomical Fitness
  • Physiological Fitness
  • Tes Kebugaran Jasmani
Pertemuan 2 : Olahraga dan Olahraga Kesehatan
  • Olahraga
  • Olahraga Kesehatan
  • Sasaran Olahraga Kesehatan
  • Dosis Olahraga
  • Indikator untuk menilai Intensitas Aktivitas Fisik
  • Hasil Olahraga Kesehatan Aerobik
Pendidikan Jasmani dan Olahraga di Sekolah
  • Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan
  • Sasaran Pendidikan Jasmani dan olahraga di Sekolah
  • Mengapa perlu Olahraga
  • Keterkaitan Kesehatan, Pendidikan Jasmani dan Olahraga
  • Kondisi Pendidikan Jasmani dan Olahraga saat ini
  • Kesimpulan dan Saran
Pertemuan 3 : Ergosistema
  • Komponen Kebugaran Jasmani
Pertemuan 4 : Olahdaya (Metabolisme)
  • Olahdaya Anaerobik dan Aerobik
  • Hubungan fungsional ES‑I (anaerobik) dengan ES‑II (aerobik)
Perternuan 5 : Analisis Penampilan Olahraga
  • Penampilan Total Maksimal
Pertemuan 6 : Latihan Pendahuluan dan Latihan Penutup pada Olahraga
  • Latihan Pendahuluan (”Pemanasan”)
  • Tahap pertama
  • Tahap kedua
  • Tahap ketiga
  • Tahap keempat.
  • Latihan Penutup (”Pendinginan”)
Pertemuan 7 : Latihan Kondisi Fisik (Latihan Kemampuan Dasar)
  1. Latihan Ergosistema Primer :
    • Latihan Kelentukan/ Flexibilitas
      1. Anulospiral
      2. Flower Spray
      3. Golgi Tendon Organ
      4. Metoda latihan Peregangan
        • Dinamis
        • Statis
        • Pasif
        • PNF
    • Latihan Otot :
      1. Kontraksi otot
        • Mekanisme peningkatan kemampuan fungsional otot
    • Perubahan Anatomi, Kimiawi dan Fisiologi otot
  2. Latihan Ergosistema Sekunder
Pertemuan 8 : UTS
Pertemuan 9 : Fisiologi Pembebanan
  1. Hubungan berat beban dengan kemampuan mengangkat ulang
  2. Pembentukan daya (Energi) dalam otot
  3. Fakta yang berhubungan dengan latihan otot
  4. Latihan kekuatan dan daya tahan statis
  5. Latihan daya tahan dinamis
Pertemuan 10 : Ketahanan dan Kelelahan :
  • Batas Kemampuan Maximal
  • Pelatihan Fisik :
    1. Kondisi Pelatihan
    2. Tujuan Pelatihan
      • Pelatihan aerobik local
      • Pelatihan aerobik sistemik
      • Pelatihan anaerobik local
      • Pelatihan anaerobik sistemik
  • Intensitas Pelatihan
  • Ketahanan dan Kelelahan
  • Pelatihan Tenaga Dalam (Pelatihan anaerobik hipoksik)
Pertemuan 11 : Gangguan pada otot :
  • Pegal‑otot sesudah latihan
  • Kejang otot ‑ Kejang otot perut
Pertemuan 12 : Tata suhu tubuh
  • Suhu tubuh dan produksi panas
  • Cara pembuangan panas tubuh
  • Pembuangan panas tubuh pada Olahraga
  • Pemeliharaan Homeostasis ‑ Keseimbangan air dan elektrolit pada Olahraga
Pertemuan 13 : Kelelahan dan Fisiologi Massage
  • Kelelahan
  • Fisiologi Massage
  • Hydro‑massage air panas dan air dingin : Penyederhanaan prinsip Hydro‑massage
Pertemuan 14 : Latihan Ketrampilan teknik dan kelelahan pada Olahraga Prestasi
  • Ketrampilan Teknik
  • Latihan Ketrampilan Teknik
  • Kelelahan dan Reflex bersyarat
  • Tata‑urutan Latihan Fisik dan Teknik pada Olahraga Ketrampilan Mutu Tinggi.
Pertemuan 15 : Resume: Respons Fisiologik terhadap Olahraga
Pertemuan 16 : UAS

OLahraga itu sehat

Olahraga Kesehatan

Olahraga merupakan aktivitas yang harus dilakukan setiap orang untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh dan psikologi. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Jika Anda ingin memiliki jiwa yang sehat, maka harus punya tubuh yang sehat, hal ini bisa kita lihat ketika kita tidak dalam keadaan sehat, maka kita tidak akan berpikir secara sehat.

Kali artikel bagus akan berbagi tentang Artikel Olahraga Kesehatan yang khusus membahas Berenang Membuat IQ Tinggi.

Berenang Membuat IQ Tinggi


Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.

Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa, karena bayi tak pernah memiliki faktor X semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya? Lagi pula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang.


Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang.

Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan, jelas Dr. Karel Staa dari RS Pondok Indah, yang juga mantan perenang pemegang rekor 200 meter gaya dada pada 1960-1962. 

Berenang Membuat IQ Tinggi


Jadi, bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara otomatis ia akan menggerak-gerakkan kakinya menyerupai paddle dog sehingga tak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi sudah bisa berenang dengan gaya primitif.

Bukan berarti setelah usia tersebut, bayi tak bisa berenang lagi, lo. Kendati refleksnya sudah menghilang, ia tetap bisa melakukan gerakan berenang walaupun tak terorganisir atau acak-acakan. Soalnya, dengan ada gaya gravitasi, ia merasa ditekan dari bawah air sehingga ia bisa mengambang. Ia pun jadi senang.

Apalagi sejak di perut ibu, bayi sebenarnya juga sudah berenang dalam air ketuban selama 9 bulan. Setelah lahir, kemampuannya berenang tinggal ditingkatkan saja. Bahkan, saking populernya berenang ini, di luar negeri sampai ada proses melahirkan yang dilakukan di dalam air, lo. Secara medis, hal ini tak akan menimbulkan masalah karena merupakan proses alami. Jadi, tak ada alasan lagi untuk ragu-ragu mengajak si kecil berenang.
 
Berenang Membuat IQ Tinggi  : Harus Aman
Yang penting diperhatikan, ketika berenang bayi harus merasa aman dan memang harus ada pengaman. Jadi, orang tua harus mendampinginya. Ini syarat mutlak, lo. Jika orang tua sama-sama masuk ke dalam air dan sama-sama berenang dengan bayi, maka selain merasa aman, bayi pun bisa merasakan ada respon dari orang tua, tutur Karel.

Disamping, dengan orang tua mendampingi juga bisa bermain dengan bayi sehingga ada interaksi antar manusia. Ini merupakan salah satu keunggulan berenang. Coba bandingkan kala bayi baru belajar duduk atau berjalan, apakah orang tua akan mendampingi dan melakukan gerakan yang sama terus menerus dengan anak? Kan, enggak.
 
Nah, berenang lain. Mereka sama-sama masuk air, sama-sama berenang sehingga rasa enjoy-nya lebih. Ini akan berguna untuk perkembangan psikologis anak. Itulah mengapa, kedua orang tua sebaiknya ikut bersama bermain di dalam air.

Tentunya, berenang juga berguna untuk pertumbuhan. Motoriknya berkembang lebih pesat ketimbang ia hanya bermain di lantai. Bukankah saat berenang, semua otot bekerja? Nah, kalau di lantai, hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja.

Apalagi jika ibu memberikan baby walker sehingga bayi jadi terbiasa berjalan dengan alat itu. Akhirnya, gerakan-gerakan ototnya jadi terbatas karena hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja.

Berenang Membuat IQ Tinggi
  : Perhatiakn Kebersihan Air
Nah, kini Ibu-Bapak semakin mantap, kan, mengajak si kecil berenang? Tapi berenangnya di rumah saja, ya, kalau usia si kecil masih di bawah 6 bulan, agar bisa mengontrol kebersihan dan suhu airnya. Jangan lupa, di usia ini enzim pencernaan bayi belum matang. Jadi, kalau ia secara tak sengaja menelan air yang tak bersih kala berenang, bisa mengakibatkan mencret, muntah, dan sebagainya.

Bukan berarti di rumah harus ada kolam renang, lo. Toh, banyak benda yang bisa dijadikan sebagai pengganti kolam renang seperti bak mandi, ember besar, bathtub, dan lainnya. Nah, biasakan bayi bermain di situ. Sebenarnya, ketika bayi tengah mandi atau bermain air merupakan salah satu cara mengenali atau menghayati air pada anak, tutur Karel.

Setelah bayi berusia 6 bulan ke atas barulah bawa ia ke kolam renang terbuka atau umum. Tapi harus pilih, ya. Mungkin di Indonesia masih sulit karena kita, kan, enggak punya kolam berenang khusus bayi. Bahkan kebanyakan kolam  renang di Jakarta, air yang dipakai itu-itu saja, muter saja di situ.

Diputarnya pakai mesin lalu ditambahkan kaporit dan daun-daun atau kotorannya diangkat; sebulan sekali baru diganti. Hal ini dikarenakan sulitnya sumber air di Jakarta. Lain dengan di kota pegunungan seperti Bogor dan Cibodas, mereka memiliki kolam renang yang airnya mengalir.

Jadi, bila mau membawa bayi berenang di kolam renang umum, pilih waktu yang tepat, yaitu ketika kolam renang masih dalam keadaan bersih; biasanya di waktu pagi. Suhunya juga harus disesuaikan, sebaiknya jangan lebih dari 31 atau 32 derajat celcius. Khusus untuk bayi usia satu bulan pertama, suhunya 34-35 derajat celcius.

Kebersihan lain yang harus diperhatikan ialah kaporitnya, jangan terlalu jenuh, karena kaporit bisa mengakibatkan iritasi kulit, mata, dan lainnya. Ukuran kaporit yang ditetapkan untuk anak adalah 6-8 ppm. 

Berenang Membuat IQ Tinggi :
Untuk Rekreasi
Yang perlu diingat, jangan sampai orang tua mengajak bayi berenang untuk mengejar prestasi karena tujuan utamanya adalah rekreasi. Beberapa asosiasi kedokteran anak di luar negeri malah mengatakan, berenang pada anak usia di bawah 4 tahun jangan dijadikan tujuan untuk mengejar prestasi.

Di atas usia itu barulah orang tua bisa mengajarkan gaya-gaya berenang yang ditargetkan untuk prestasi. Dalam bahasa lain, bayi berenang hanya untuk fun. Mulai usia setahun bolehlah diarahkan pada prestasi, tapi tidak dengan cara ditekan, ujar Karel.

Misal, setiap hari harus berenang 50 meter bolak-balik. Soalnya, di usia tersebut ia baru bisa mengikuti gerakan-gerakan renang yang dilakukan orang tuanya. Sama halnya dengan bayi usia setahun yang suka marah-marah karena melihat orang tuanya yang suka marah-marah, begitu pula berenang. Kalau orang tua suka berenang dengan gaya yang cukup baik maka ia pun akan mengikuti.

Jadi, ajak si kecil berenang untuk kesehatannya lebih dulu. Soal gaya renang akan mengikuti secara otomatis bila ia sudah menyukainya.

Fasilitas dan peralatan renang

Fasilitas dan peralatan Renang

Kolam renang

Panjang kolam renang lintasan panjang adalah 50 m sementara lintasan pendek adalah 25 m. Dalam spesifikasi Federasi Renang Internasional untuk kolam ukuran Olimpiade ditetapkan panjang kolam 50 m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam minimum 1,35 meter, dimulai dari 1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m dihitung dari dinding kolam yang dilengkapi balok start. Kedalaman minimum di bagian lainnya adalah 1,0 m.
Lintasan

Lebar lintasan paling sedikit 2,5 m dengan jarak paling sedikit 0,2 m di luar lintasan pertama dan lintasan terakhir. Masing-masing lintasan dipisahkan dengan tali lintasan yang sama panjang dengan panjang lintasan.

Tali lintasan terdiri dari rangkaian pelampung berukuran kecil pada seutas tali yang panjangnya sama dengan panjang lintasan. Pelampung pada tali lintasan dapat berputar-putar bila terkena gelombang air. Tali lintasan dibedakan menurut warna: hijau untuk lintasan 1 dan 8, biru untuk lintasan 2, 3, 6, dan 7, dan kuning untuk lintasan 4 dan 5.

Perenang diletakkan di lintasan berdasarkan catatan waktu dalam babak penyisihan (heat). Di kolam berlintasan ganjil, perenang tercepat diunggulkan di lintasan paling tengah. Di kolam 8 lintasan, perenang tercepat ditempatkan di lintasan 4 (di lintasan 3 untuk kolam 6 lintasan).Perenang-perenang dengan catatan waktu di bawahnya secara berurutan menempati lintasan 5, 3, 6, 2, 7, 1, dan 8.

Pengukur waktu

Dalam perlombaan internasional atau perlombaan yang penting, papan sentuh pengukur waktu otomatis dipasang di kedua sisi dinding kolam. Tebal papan sentuh ini hanya 1 cm.

Perenang mencatatkan waktunya di papan sentuh sewaktu pembalikan dan finis. Papan sentuh pengukur waktu produksi Omega mulai dipakai di Pan-American Games 1967 di Winnipeg, Kanada.

Balok start

Di setiap balok start terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start dan sensor pengukur waktu yang memulai catatan waktu ketika perenang meloncat dari balok start.

Tinggi balok start antara 0,5 m hingga 0,75 dari permukaan air. Ukuran balok start adalah 0,5 x 0,5 m, dan di atasnya dilapisi bahan antilicin. Kemiringan balok start tidak melebihi 10°

Tips berlari

Tips Berlari Baik dan Benar

22-06-2011 diposkan oleh melindacare

Artikel Olahraga: Tips Berlari Baik dan Benar
      Artikel olahraga kali ini akan membahas tentang bagaimana cara berlari yang baik dan benar. Tidak sedikit orang yang berolahraga tanpa mengetahui apakah gerakannya sudah benar atau tidak, termasuk dalam berlari. Olahraga murah meriah ini ternyata memiliki "peraturan" tersendiri. Simaklah artikel olahraga beberapa tips dari para ahli mengenai berlari yang baik dan benar.
Jangan tergesa-gesa
Anda yang baru mencoba dengan olahraga lari, ada baiknya tidak mencoba menaklukkan jarak. Cobalah untuk berpikir menaklukkan waktu, bukannya jarak. Jangan mencoba berlari sampai 2 mil sehari jika Anda tidak terbiasa dalam olahraga ini. Tambahlah waktu sedikit demi sedikit, jangan terlalu memforsir energi.
Jangan sembarang memilih sepatu
Jangan memilih sepatu olahraga karena harganya murah dan tidak memperhatikan kualitas barang. Sepatu dengan kualitas buruk memberikan kemungkinan besar Anda mengalami cedera. Oleh karena itu, jangan ragu membeli sepatu dengan harga mahal namun memiliki kualitas yang sudah terjamin dan terpercaya. Selain tidak membahayakan kaki, biasanya lebih tahan lama.
Sikap tubuh rileks
Saat Anda berlari, buatlah postur tubuh serileks mungkin. Biarkan mulut Anda terbuka, jangan merapatkkan bahu ke telinga, dan biarkan tangan tetap rileks.
Jangan mengepalkan tangan
Hindari posisi mengepalkan tangan, karena posisi yang benar itu tangan seolah-olah dengan memegang dan menjaga sebutir telur di masing-masing telapak tangan. Oleh karena itu, pastikan saat berlari Anda tidak "memecahkan telur" dalam genggaman tangan.
Sebentar daripada tidak sama sekali
Sediakan waktu sedikit, walaupun itu hanya lima atau 15 menit untuk berlari. Sesibuk apapun Anda, akan lebih baik meluangkan waktu sebentar untuk berlari dibandingkan tidak berlari sama sekali dalam satu hari.
Lakukan pemanasan
Jangan mulai berlari sebelum Anda melakukan pemanasan. Cobalah berlari-lari kecil sebelum melakukan stretching atau bisa saja melakukan stretching terlebih dahulu usai berlari. Jika Anda melakukan stretching saat otot dalam kondisi dingin tidak akan menguntungkan tubuh, bahkan cenderung berbahaya untuk tubuh.
Hindari dehidrasi
Cuaca panas ataupun dingin, jagalah tubuh agar tidak dehidrasi. Mengkonsumsi air yang cukup dapat membantu aliran darah tetap lancar dan baik untuk kesehatan tubuh.
Berolahraga rutin
Konsistenlah dalam berolahraga, jangan melewatkan sehari pun tanpa berolahraga. Lebih baik berolahraga sebentar mengambil waktu satu hari untuk beberapa menit dibandingkan tidak berolahraga sama sekali.
Dengarkan tubuh Anda
Jangan memaksakan diri untuk terus berlari jika tubuh merasa tidak kuat. Dengarkanlah apa kata tubuh Anda, dengan begitu Anda terhindar dari cedera.
Lakukanlah olahraga secara rutin demi menjaga kesehatan tubuh Anda. Semoga artikel olahraga di atas bisa menjadi panduan Anda dalam berolahraga yang baik dan benar. Selamat mencoba.

Penjas

Pendidikan Jasmani

1..Pengertian
Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak
Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional2. Tujuan Pendidikan Jasmani
1.Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
2.Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik
3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
4.Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
5.Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis
6.Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.
1.Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya
2. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
3. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya
4. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya
5.Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya
6.Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung
7.Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek.
4. Gerak sebagai kebutuhan anak
Dunia anak-anak adalah dunia yang segar, baru, dan senantiasa indah, dipenuhi keajaiban dan keriangan. Demikian Rachel Carson dalam sebuah ungkapannya. Namun demikian, menurut Carson, adalah kemalangan bagi kebanyakan kita bahwa dunia yang cemerlang itu terenggut muram dan bahkan hilang sebelum kita dewasa.
Dunia anak-anak memang menakjubkan, mengandung aneka ragam pengalaman yang mencengangkan, dilengkapi berbagai kesempatan untuk memperoleh pembinaan . Bila guru masuk ke dalam dunia itu, ia dapat membantu anak-anak untuk mengembangkan pengetahuannya, mengasah kepekaan rasa hatinya serta memperkaya keterampilannya.
Bermain adalah dunia anak. Sambil bermain mereka belajar. Dalam hal belajar, anak-anak adalah ahlinya. Segala macam dipelajarinya, dari menggerakkan anggota tubuhnya hingga mengenali berbagai benda di lingkungan sekitarn
5.Perbedaan Makna Pendidikan Jasmani Dan Pendidikan Olahraga
Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh guru-guru penjas belakangan ini adalah : “Apakah pendidikan jasmani?” Pertanyaan yang cukup aneh ini justru dikemukakan oleh yang paling berhak menjawab pertanyaan tersebut.
Hal tersebut mungkin terjadi karena pada waktu sebelumnya guru itu merasa dirinya bukan sebagai guru penjas, melainkan guru pendidikan olahraga. Perubahan pandangan itu terjadi menyusul perubahan nama mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, dari mata pelajaran pendidikan olahraga dan kesehatan (orkes) dalam kurikulum 1984, menjadi pelajaran “pendidikan jasmani dan kesehatan” (penjaskes) dalam kurikulum1994.
Perubahan nama tersebut tidak dilengkapi dengan sumber belajar yang menjelaskan makna dan tujuan kedua istilah tersebut. Akibatnya sebagian besar guru menganggap bahwa perubahan nama itu tidak memiliki perbedaan, dan pelaksanaannya dianggap sama. Padahal muatan filosofis dari kedua istilah di atas sungguh berbeda, sehingga tujuannya pun berbeda pula. Pertanyaannya, apa bedanya pendidikan olahraga dengan pendidikan jasmani ?
Pendidikan jasmani berarti program pendidikan lewat gerak atau permainan dan olahraga. Di dalamnya terkandung arti bahwa gerakan, permainan, atau cabang olahraga tertentu yang dipilih hanyalah alat untuk mendidik. Mendidik apa ? Paling tidak fokusnya pada keterampilan anak. Hal ini dapat berupa keterampilan fisik dan motorik, keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah, dan bisa juga keterampilan emosional dan sosial.
Karena itu, seluruh adegan pembelajaran dalam mempelajari gerak dan olahraga tadi lebih penting dari pada hasilnya. Dengan demikian, bagaimana guru memilih metode, melibatkan anak, berinteraksi dengan murid serta merangsang interaksi murid dengan murid lainnya, harus menjadi pertimbangan utama

ILMU TENIS


Peraturan
Untuk tenis lapangan, pertandingan akan dilangsungkan dengan memperhatikan aturan-aturan sebagai berikut:
1. Pertandingan tunggal tenis akan dilaksanakan dengan menggunakan system setengah kompetisi yang terdiri dari 4 group dengan jumlah peserta sebesar 3 orang per group.
2. Pertandingan Ganda tenis akan dilaksanakan dengan menggunakan system setengah kompetisi yang terdiri dari 2 group dengan jumlah peserta sebesar 4 orang per group
3. Peraturan pertandingan Tenis Tunggal dan Ganda:
• Penyisihan menggunakan 6 game atau 30 menit permainan
• Semi final menggunakan 10 game atau 45 menit permainan
• Dan Final menggunakan 12 game atau selama 1 jam
4. Jika waktu habis akan tetapi pertandingan belum selesai, maka pemenang akan ditentukan dari pemain yang unggul sementara.
5. Pemain diwajibkan menggunakan sepatu outdoor (lapangan menggunakan rumput sintesis)
6. Pemain diwajibkan sudah berada 5 menit sebelum pertandingan dimulai, dan toleransi waktu yang diberikan jika terlambat adalah sebesar 5 menit. Apabila lebih dari waktu tersebut maka pemain tersebut akan dianggap kalah WO dengan nilai maksimal untuk kemenangan lawan.
7. Skema pembagian group Tunggal adalah sebagai berikut:
GROUP A
GROUP B
GROUP C
GROUP D
A1
B1
C1
D1
A2
B2
C2
D2
A3
B3
C3
D3
Catatan: juara masing-masing group akan langsung berhadapan di semi-final dan final
8. Skema pembagian group ganda adalah sebagai berikut:
GROUP A
GROUP B
A1
B1
A2
B2
A3
B3
A4
B4
Catatan: juara masing-masing group akan langsung berhadapan di Final.
Hasil Pembagian Grup
Pembagian grup ditetapkan sebagai berikut:
Tunggal

Group A

1
Ary Samsura
Nijmegen
2
Dodi Safari
Utrecht
3
Hamra
Almere

Group B

1
Adrian
Leiden
2
Albertus Mario T
Eindoven
3
M.Y. Guntur
KBRI

Group C

1
Eko Agus Prasetyo
Utrecht
2
Ari Hakim
Delft
3
Ramon Mohandas
KBRI

Group D

1
Damar Tri Anggoro
Nijmegen
2
Zaenudin Pademmui
Amsterdam
3
Ariadi Nugroho
Leiden
Ganda

Group A

1
Awang Maharijaya
Wageningen

Hadiyanto

2
Tudiono
KBRI

Lasro

3
Ary Samsura
Njimegen

Damar Tri Anggoro

4
Nuril Huda
Leiden

Pungki Sugihanto



Group B

1
M.Y. Guntur
KBRI

Imran

2
Kenneth Looho
Maastricht

I Made Bram Sarjana

3
Dodi Safari
Utrecht

Ewaldus Wera

4
Ariadi Nugroho
Leiden

Adrian